Pendidikan yang Membebaskan di Sekolah Miskin; Belajar dari Bu Muslimah dan Pak Julian

23 Jun

Oleh: Akhmad Muhaimin Azzet

Bu Muslimah bersama anak didiknya dalam Laskar Pelangi.

Kita tidak bisa menutup mata terhadap kenyataan di negeri ini bahwa masih banyak sekolah di daerah yang boleh dikatakan sebagai sekolah miskin. Betapa tidak, ada sekolah yang dindingnya terbuat dari papan kayu yang sudah jebol di sana-sini, eternitnya sudah banyak yang ambrol, lantai yang terbuat dari semen pun pecah-pecah dan berlubang, meja dan kursi pun tampak penuh dengan paku agar tak semakin reyot. Bila ditanyakan kepada kepala sekolah mengapa keadaan sekolah memprihatinkan seperti itu? Jawaban yang dipastikan muncul adalah tiadanya biaya untuk memperbaiki. Baca lebih lanjut

Tiga Kerangka Penting dalam Bimbingan dan Konseling di Sekolah

16 Jun

Oleh: Akhmad Muhaimin Azzet

Secara garis besar, bimbingan dan konseling diberikan kepada anak didik agar dapat menyelesaikan tiga hal penting dalam kehidupannya, yakni menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depannya.

Bimbingan dan konseling diberikan kepada anak didik dalam rangka menemukan pribadi. Hal ini dilakukan oleh pembimbing untuk menemukan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh anak didik. Mengetahui kelebihan atau potensi yang dimiliki oleh anak didik ini penting agar dapat dikembangkan secara baik dalam proses belajar mengajar yang dilakukan di sekolah. Demikian pula dengan mengetahui kelemahan anak didik, hal ini penting agar anak didik mempunyai cara pemahaman dalam penerimaan secara baik. Sungguh, jika anak didik tidak bisa menerima kelemahannya dengan pemahaman yang baik, tentu akan sulit pula dalam mengembangkan dirinya. Baca lebih lanjut

Tugas dan Tanggung Jawab Guru

9 Jun

Oleh: Akhmad Muhaimin Azzet

Tugas dan tanggung jawab seorang guru sesungguhnya sangat berat. Di pundaknyalah tujuan pendidikan secara umum dapat tercapai atau tidak. Mengapa di pundak seorang guru dan bagaimana dengan tugas dan tanggung jawab orangtua anak didik yang mendapatkan amanat langsung dari Tuhan? Pertanyaan penting ini harus dijawab terlebih dulu sebelum membahas persoalan ini lebih jauh.

Orangtua memang mendapatkan amanat langsung dari Tuhan untuk mendidik anak-anaknya. Di hadapan Tuhan kelak para orangtua juga akan dimintai pertanggungjawaban tentang bagaimana cara mereka mendidik anak-anaknya. Namun, karena kemampuan, pengetahuan, dan waktu yang dimiliki oleh orangtua terbatas, sebagian besar orangtua memercayakan pendidikan anak-anaknya kepada guru-gurunya di sekolah. Baca lebih lanjut

Mengatasi Anak Bermasalah Secara Efektif

3 Jun

Judul Buku    : Buku Pintar Mengatasi Anak Nakal
Penulis            : Akhmad Muhaimin Azzet
Penerbit         : Katahati, Yogyakarta
Tebal               : 136 hlm.
Harga              : Rp.24.000,-
ISBN                : 978-979-25-4813-6

Memiliki anak yang sempurna adalah harapan setiap orangtua. Alangkah bahagianya para orangtua apabila anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik, tidak rewel, mudah beradaptasi terhadap lingkungan, patuh kepada orangtua, juga taat beribadah.

Akan tetapi, bagaimana jika ternyata anak Anda, buah hati yang sangat Anda cintai sepenuh hati, bermasalah? Tak banyak orangtua yang mengetahui cara efektif untuk mengatasinya. Jika itu yang terjadi pada anak Anda, sudah barang tentu Anda akan kebingungan bukan kepalang. Tapi, Anda sungguh tak perlu khawatir. Buku ini adalah solusinya!

Buku ini akan membahas satu per satu cara efektif yang dapat diterapkan oleh orangtua guna mengatasi anaknya yang bermasalah. Beberapa permasalahan yang sering dialami anak akan diuraikan dan juga dicari penyebabnya agar dapat ditemukan penanganan tepat, karena untuk mengatasi masalah yang satu dengan yang lain dibutuhkan pendekatan yang berbeda. Langkah-langkah yang perlu diambil dijelaskan secara sistematis sehingga memudahkan orangtua untuk menerapkannya.

Jadikan buku ini sebagai bekal dalam mendampingi tumbuh dan berkembang buah hati tercinta Anda!

Kecerdasan adalah Anugerah

26 Mei

Oleh: Akhmad Muhaimin Azzet

Salah satu anugerah yang sangat luar biasa dari Tuhan kepada manusia adalah kecerdasan. Anugerah ini diberikan dengan cuma-cuma alias gratis agar manusia dapat menjadi wakil-Nya atau khalifah di muka bumi, sehingga dapat mengelola kehidupan dengan baik.

Setiap anak manusia yang dilahirkan ke dunia ini sudah dibekali dengan satu triliun sel neuron yang terdiri dari seratus miliar sel aktif dan sembilan ratus miliar sel pendukung yang kesemuanya berkumpul di otak. Setiap satu sel neuron memiliki kemungkinan membentuk seratus ribu sambungan kompleks antarsel neuron yang bekerja mengolah informasi secara random. Kalau digunakan, setiap sel bisa berkoneksi dengan dua puluh ribu sel lainnya. Otak yang demikian canggih ini, sudah barang tentu, mempunyai kapasitas memori yang luar biasa. Menurut para ahli, otak manusia sanggup menyimpan ingatan secara conscious (ingatan di luar kepala) ekuivalen dengan lima ratus ensiklopedia besar. Baca lebih lanjut

Pentingnya Mengembangkan Kecerdasan Sosial pada Anak

19 Mei

Oleh: Akhmad Muhaimin Azzet

Seiring dengan perkembangan zaman yang kian pesat di bidang teknologi dan informasi, perkembangan kejiwaan anak pun mengalami perubahan yang sangat perlu untuk diperhatikan. Saat ini, bukan merupakan pemandangan yang asing lagi bila seorang anak tampak sangat asyik dengan “dunianya” sendiri ketika sudah di depan komputer untuk nge-game atau berselancar di dunia maya yang bernama internet. Sementara bila ada tamu datang ke rumah, ia tampak cuek, tidak bisa menunjukkan sikap bagaimana sebuah hubungan sosial mesti dibangun dengan orang lain, atau bahkan ia malah menunjukkan sikap sebaliknya, yakni sebuah rasa tidak suka karena merasa keasyikannya telah terganggu dengan adanya orang lain.

Keadaan yang seperti ini, di samping karena perkembangan teknologi dan informasi yang pesat, juga para orangtua mempunyai kecenderungan untuk tidak bisa meluangkan waktu lebih banyak lagi bersama anak-anaknya. Hal ini bisa terjadi karena kesibukan kerja, sehingga kalau sudah di rumah inginnya hanya istirahat karena kecapekan, atau kurangnya kesadaran bahwa menemani anak dalam tumbuh dan berkembangnya itu sangat besar pengaruhnya bagi anak. Orangtua yang mempunyai kecenderungan seperti ini biasanya justru memberikan kesibukan kepada anak—misalnya dengan belajar tambahan yang dipanggilkan guru privat ke rumah atau bahkan membelikan banyak mainan—atau agar tidak merepotkan orangtua. Baca lebih lanjut

Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Bagi Anak

12 Mei

Judul Buku    : Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Bagi Anak
Penulis            : Akhmad Muhaimin Azzet
Penerbit         : Katahati, Yogyakarta
Tebal               : 114 hlm.
Harga              : Rp.20.000,-
ISBN                : 978-979-25-4764-1

Kecerdasan intelektual, di samping kecerdasan emosional, memang menentukan keberhasilan seseorang. Akan tetapi, ada kecerdasan tertinggi yang menentukan bukan saja kesuksesan, melainkan juga kebahagiaan seseorang. Kecerdasan tersebut adalah kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual membangkitkan kesadaran kita sebagai khalifah di muka bumi ini. Dengan demikian, bukan saja kita akan berguna bagi diri kita, melainkan juga bagi orang-orang di sekitar kita.

Kecerdasan spiritual tidak tumbuh dengan sendirinya ketika dewasa. Akan tetapi, harus dipupuk dan dibangkitkan semenjak dini. Buku ini merupakan panduan bagaimana menstimulasi kecerdasan spiritual sejak dini kepada anak kita. Buku ini adalah jawaban bagi Anda para orangtua yang ingin mengembangkan dan membangkitkan kecerdasan spiritual anak sehingga menjadi pribadi unggul.

Pendidikan Bukanlah Mengisi Gelas Kosong

28 Apr

Oleh: Akhmad Muhaimin Azzet

Pendidikan yang membebaskan bukanlah memberikan banyak pelajaran kepada anak didik hingga ia menguasai banyak ilmu pengetahuan. Sama sekali bukan. Ibarat mengisi gelas kosong maka pendidikan bertugas mengisi air ilmu pengetahuan sehingga gelas itu penuh. Bila sudah penuh maka berhasillah pendidikan itu. Sungguh, pendidikan yang demikian bukanlah model pendidikan yang membebaskan.

Bila demikian yang terjadi, murid akan selalu menjadi objek sedangkan guru yang menjadi subjek. Murid tidak pernah ditanya apa yang dibutuhkan dan disenanginya, namun pendidikan terus memberikan apa saja yang dinilainya penting dibutuhkan oleh anak didik. Murid mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, harus menerima dan menjalani proses pendidikan yang diberikan oleh sang pendidik atau lembaga pendidikan yang diikutinya. Baca lebih lanjut

Memahami Bimbingan dan Konseling di Sekolah

21 Apr

Oleh: Akhmad Muhaimin Azzet

Anak atau peserta didik adalah pribadi yang tumbuh dan berkembang menuju kedewasaannya. Seiring dengan bertambahnya usia, anak atau peserta didik mengalami proses belajar yang terus-menerus dari yang sebelumnya tidak mengetahui menjadi mengetahui; dari yang sebelumnya tidak mengalami menjadi mengalami secara langsung pengalaman hidupnya. Di sinilah sesungguhnya dibutuhkan seorang guru dalam proses pendidikannya agar dapat mendampingi sang anak atau peserta didik dalam belajar dan memahami sesuatu.

Di dalam sekolah, semua guru adalah pembimbing bagi anak didiknya dalam proses belajar mengajar. Seorang guru tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan kepada anak didiknya, namun juga mendampingi mereka dalam meraih keberhasilan pendidikan. Dalam menjalani setiap aktivitas dalam belajar mengajar ini tugas guru adalah juga memberikan bimbingan kepada anak didiknya. Akan tetapi, anak didik juga membutuhkan bimbingan secara khusus, terutama ketika menghadapi persoalan yang terkait dengan kepribadian, agar dapat menyelesaikan persoalannya dengan baik. Di sinilah sesungguhnya penting keberadaan bimbingan dan konseling di sekolah. Secara profesional, bimbingan dan konseling dilakukan oleh seorang konselor. Baca lebih lanjut

Memilih Profesi Menjadi Guru

14 Apr

Oleh: Akhmad Muhaimin Azzet

Menjadi guru adalah pekerjaan yang sungguh mulia. Ia bertanggung jawab tidak hanya menjadikan para anak manusia pandai di bidang ilmu pengetahuan, akan tetapi juga bermoral yang baik dalam kehidupan ini. Seorang anak manusia yang pada mulanya tidak mengerti apa-apa, di hadapan seorang guru dididik untuk memahami kehidupan secara lebih baik dan mengenal dunia. Di pundaknyalah ada tugas dan tanggung jawab keberlangsungan masa depan generasi yang lebih cerdas dan berperadaban.

Begitu mulia pekerjaan seorang guru sekaligus betapa berat tugas dan tanggung jawab menjadi seorang guru. Inilah mengapa tidak semua orang bisa menjadi seorang guru yang berhasil. Hanya orang-orang tertentu yang mempunyai rasa cinta terhadap anak-anak atau peserta didik dan berdedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan saja yang mampu untuk menjadi seorang guru. Inilah pribadi seorang guru yang berhasil mengajar sekaligus mendidik di hadapan murid-muridnya. Sosok seorang guru favorit yang dicintai oleh anak didiknya. Baca lebih lanjut